{"id":263,"date":"2026-11-02T01:53:37","date_gmt":"2026-11-02T01:53:37","guid":{"rendered":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/?p=263"},"modified":"2026-11-02T01:53:37","modified_gmt":"2026-11-02T01:53:37","slug":"adab-menuntut-ilmu-dalam-kitab-talimul-mutaallim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/2026\/11\/02\/adab-menuntut-ilmu-dalam-kitab-talimul-mutaallim\/","title":{"rendered":"Adab Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai seorang Muslim, terutama <strong><em>pelajar muslim<\/em><\/strong>, mencari ilmu atau <em>thalab al-\u2019ilmi<\/em>&nbsp;adalah suatu kewajiban. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201d<strong>Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan<\/strong>\u201d.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, seorang Pencari Ilmu atau Pelajar harus memiliki bekal yang cukup, sehingga dia sukses dalam pencariannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana kita ketahui di kalangan pesantren, belajar tidak hanya berfokus pada banyaknya hafalan atau luasnya pengetahuan. Sejak awal, para santri diajarkan bahwa <strong><em>adab<\/em><\/strong> adalah pintu utama menuju keberkahan ilmu. Sebab, ilmu yang dipelajari tanpa adab dikhawatirkan tidak memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Inilah tujuan utama pendidikan dalam Islam yaitu membentuk generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kitab yang secara khusus membahas <strong><em>adab<\/em><\/strong> dalam menuntut ilmu adalah Kitab <strong><em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim Thariq at-Ta\u2019allum<\/em><\/strong> karya Imam Burhanuddin Az-Zarnuji. Hingga saat ini, kitab tersebut masih dipelajari di banyak pesantren karena nasihat-nasihatnya tetap relevan bagi setiap penuntut ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa Itu Kitab <em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em>?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em> merupakan kitab klasik yang membahas etika, adab, dan metode menuntut ilmu menurut perspektif Islam. Kitab ini disusun oleh Imam Burhanuddin Az-Zarnuji, seorang ulama yang dikenal karena perhatiannya terhadap pendidikan Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan kitab fikih yang membahas hukum-hukum syariat, kitab ini lebih menitik beratkan pada bagaimana seorang penuntut ilmu <strong><em>membentuk akhlak, meluruskan niat, menghormati guru, serta menjaga kesungguhan dalam belajar<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mengapa Kitab Ini Penting Dipelajari?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Az-Zarnuji menjelaskan bahwa banyak orang bersungguh-sungguh mencari ilmu, tetapi tidak sedikit yang kehilangan keberkahannya karena mengabaikan adab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sejalan dengan perkataan sahabat Nabi <strong>\ufdfa<\/strong>, Abdullah bin Mubarak <strong>\u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami mempelajari adab selama tiga puluh tahun, sedangkan ilmu kami pelajari selama dua puluh tahun.\u201d <strong><em>(Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam<\/em><\/strong> <strong>Al-Jami\u2019 li Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami\u2019<em>)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perkataan ini menunjukkan bahwa para ulama salaf memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab sebelum memperdalam ilmu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Relevansi di Era Kontemporer<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun ditulis hampir delapan abad lalu, nilai-nilai dalam <a href=\"https:\/\/pesantrendt.id\/mengenal-kitab-talimul-mutaallim-dan-adab-menuntut-ilmu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kitab Ta&#8217;lim Muta&#8217;allim<\/a> tetap relevan di tengah gempuran era digital:<\/p>\n\n\n\n<ol style=\"list-style-type:lower-alpha\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Krisis Adab vs. Kemudahan Informasi:<\/strong> Di era internet, akses informasi sangat instan dan melimpah. Namun, kemudahan ini kerap melahirkan fenomena <em>krisis adab<\/em> di mana seseorang merasa pintar hanya karena membaca artikel atau menonton video tanpa bimbingan guru yang sanad dan akhlaknya jelas. Ta&#8217;lim Muta&#8217;alim mengingatkan bahwa <strong><em>ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar<\/em><\/strong>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Orientasi Instan:<\/strong> Banyak pelajar terjebak orientasi pragmatis (belajar demi nilai atau ijazah semata). Kitab ini meluruskan orientasi belajar menuju pencapaian <strong><em>barakah<\/em><\/strong> (keberkahan) dan <strong><em>kemanfaatan sosial<\/em><\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penguatan Pendidikan Karakter:<\/strong> Prinsip-prinsip dalam kitab ini sangat selaras dengan konsep <strong>penguatan Profil Pelajar Pancasila<\/strong> maupun sistem pendidikan karakter modern yang mendambakan sinergisitas antara kecerdasan intelektual (<em>hard<\/em> <em>skills) dan kecerdasan moral-etika (soft skills).<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Adab Menuntut Ilmu dalam Kitab <em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>\u00a0Meluruskan Niat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menuntut ilmu hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mem peroleh pujian, kedudukan, ataupun keuntungan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah <strong>\ufdfa<\/strong> bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.\u201d <strong><em>(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)<\/em><\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, niat menjadi fondasi utama dalam perjalanan seorang penuntut ilmu.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menghormati Guru<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam <em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em>, Imam Az-Zarnuji menegaskan bahwa menghormati guru merupakan sebab datangnya keberkahan ilmu. Bentuk penghormatan tersebut antara lain <strong><em>mendengarkan dengan saksama<\/em><\/strong>, <strong><em>tidak memotong pembicaraan<\/em><\/strong>, <strong><em>menjaga sopan santun<\/em><\/strong>, serta <strong><em>mendoakan guru<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Syafi\u2019i <strong>\u0631\u062d\u0645\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647<\/strong> pernah berkata: \u201cAku membalik lembaran kitab di hadapan guruku dengan sangat pelan agar tidak mengganggunya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkataan ini menggambarkan betapa besarnya penghormatan para ulama kepada guru mereka.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bersungguh-sungguh dan Sabar<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menuntut ilmu membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan. Tidak ada ilmu yang dapat diraih dengan kemalasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah Ta\u2019ala berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.\u201d (<strong>QS. Al-\u2018Ankabut: 69<\/strong>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Ayat ini menjadi motivasi bagi setiap penuntut ilmu agar terus berusaha dan tidak mudah menyerah.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memilih Teman yang Baik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan sangat memengaruhi semangat belajar dan akhlak seseorang. Oleh karena itu, Imam Az-Zarnuji menganjurkan agar penuntut ilmu memilih teman yang rajin, saleh, dan memiliki semangat dalam belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah <strong>\ufdfa<\/strong> bersabda:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSeseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia berteman.\u201d <strong><em>(HR. Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378)<\/em><\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengamalkan Ilmu<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan akhir dari menuntut ilmu bukan sekadar mengetahui, tetapi juga mengamalkan nya. Allah Ta\u2019ala berfirman:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c\u2026Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?\u201d <strong>(QS. Ash-Shaff: 2\u20133)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya dan membawa keberkahan, sedangkan ilmu yang tidak diamalkan dapat menjadi hujah atas pemiliknya.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hikmah Mempelajari <em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital, ilmu sangat mudah diakses melalui internet maupun media sosial. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh membuat kita melupakan <strong><em>adab dalam belajar<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kitab <em>Ta\u2019limul Muta\u2019allim<\/em> mengajarkan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu bukan hanya diukur dari banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari keikhlasan niat, penghormatan kepada guru, kesungguhan belajar, serta pengamalan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kitab ini, kita belajar bahwa <strong><em>adab<\/em><\/strong> adalah <strong><em>kunci keberkahan ilmu.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang diberi ilmu yang bermanfaat, hati yang ikhlas, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c<strong><em>Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;sedangkan adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad<\/em><\/strong>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">penulis F. Rahman<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang Muslim, terutama pelajar muslim, mencari ilmu atau thalab al-\u2019ilmi&nbsp;adalah suatu kewajiban. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr : \u201dMencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan\u201d. Karena itu, seorang Pencari Ilmu atau Pelajar harus memiliki bekal yang cukup, sehingga dia sukses dalam pencariannya. Sebagaimana kita ketahui di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-263","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kegiatan-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=263"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":264,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/263\/revisions\/264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sdkhadijah3surabaya.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}